Viral! Foto Menu Resto Hasil AI Bikin Netizen Geleng Kepala

Viral! Foto Menu Resto Hasil AI Bikin Netizen Geleng Kepala

Viral! Foto Menu Resto Hasil AI Bikin Netizen Geleng Kepala

Inovasi teknologi semakin merambah berbagai sektor, termasuk dunia kuliner. Salah satu yang baru-baru ini mencuri perhatian adalah sebuah judi dadu online restoran yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membuat foto menu mereka. Alih-alih memotret makanan asli, resto tersebut memilih menghasilkan gambar secara digital menggunakan prompt dan model AI visual. Namun, alih-alih menu terlihat menggugah selera, warganet justru menilai hasilnya tampak seperti mainan tanah liat.

Fenomena ini langsung viral di media sosial setelah beberapa pelanggan mengunggah tangkapan layar menu yang dianggap kurang realistis. Meski tujuan awal resto tersebut baik—ingin menekan biaya produksi konten dan mempercepat proses pembuatan foto—hasil yang muncul tidak sesuai ekspektasi banyak orang.

Alasan Resto Menggunakan AI untuk Foto Menu

Restoran tersebut menyebut penggunaan AI sebagai langkah inovatif dalam pemasaran. Dengan teknologi ini, mereka berharap dapat https://robertsfamilybakery.com/ menghasilkan visual menu yang lebih konsisten, cepat, dan hemat biaya. Tidak perlu lagi sesi foto profesional, styling makanan, hingga pencahayaan khusus yang memakan waktu serta anggaran besar.

Menurut pihak resto, prosesnya cukup mudah: mereka tinggal memasukkan nama makanan dan deskripsi singkat, lalu AI akan membuat foto virtual yang dianggap paling mendekati tampilan nyata. Namun sayangnya, teknologi ini belum sepenuhnya mampu menangkap tekstur, warna, dan detail makanan dengan akurat. Inilah yang kemudian membuat hasil fotonya terlihat kaku dan tidak natural.

Respons Netizen: “Kayak Mainan Tanah Liat!”

Setelah foto menu tersebar, komentar-komentar lucu dan kritis pun bermunculan. Banyak warganet mengatakan visual makanannya terlihat seperti clay, plastisin, atau makanan mainan yang biasa dijual untuk anak-anak. Tanpa tekstur renyah, lembut, atau kecokelatan yang biasanya membuat makanan tampak lezat, gambar AI tersebut justru tampak terlalu halus dan mengilat.

Beberapa netizen juga menilai bentuk makanannya tidak proporsional, seperti potongan ayam yang mirip lilin, hingga nasi yang terlihat seperti plastik. “Kalau lihat gambarnya, rasanya malah jadi nggak nafsu makan,” tulis salah satu warganet. Ada pula yang menganggap ini sebagai contoh penggunaan teknologi yang belum matang untuk industri kuliner.

Dampak pada Persepsi Pelanggan

Foto menu memiliki peran penting bagi sebuah restoran, terutama di era digital yang serba visual. Banyak pelanggan memutuskan memesan makanan berdasarkan tampilan fotonya. Ketika gambar yang ditampilkan tidak realistis atau malah terlihat aneh, calon pelanggan bisa meragukan kualitas makanan tersebut.

Beberapa pengamat kuliner menilai bahwa penggunaan AI sebenarnya bukan masalah, selama hasil akhirnya tetap menggugah selera. Namun jika gambar justru membuat pelanggan kebingungan—atau malah geli—tentu hal ini akan berdampak negatif pada branding restoran.

Meski demikian, ada juga warganet yang memuji keberanian resto tersebut mencoba teknologi baru. Mereka menilai eksperimen seperti ini wajar, selama resto mau menerima kritik dan memperbaiki kualitas visualnya.

Tantangan dan Peluang Penggunaan AI di Dunia Kuliner

Penggunaan teknologi AI dalam industri makanan sebenarnya memiliki potensi besar. Selain efisiensi, AI dapat membantu usaha kecil membuat materi promosi tanpa biaya besar. Namun kualitas visual tetap harus diperhatikan, terutama untuk produk kuliner yang sangat bergantung pada daya tarik visual.

Ke depan, penggunaan AI mungkin bisa menjadi standar baru, asalkan restoran tetap memadukannya dengan sentuhan manusia, pengeditan profesional, atau bahkan hybrid photography. Dengan demikian, hasil foto tetap estetis, realistis, dan mampu menarik minat calon pelanggan.

Inovasi memang penting, namun kualitas dan keaslian tetap menjadi kunci. Jika tidak, seperti kasus viral ini, foto menu malah bisa jadi bahan candaan netizen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *